Jumat, 21 Agustus 2015

Cek Sipilis


Karena sipilis susah untuk di diagnosa, maka saya jelaskan cara mendiagnosa sipilis

Berikut ini adalah beberapa tes yang dilakukan untuk mendiagnosis sifilis:
Tes darah
Setelah pemeriksaan fisik selesai, selanjutnya dilakukan tes darah untuk menguji apakah ada infeksi sifilis. Tes darah bisa memeriksa apakah ada antibodi yang dihasilkan tubuh untuk melawan sifilis. Antibodi terhadap bakteri sifilis akan tetap berada di tubuh selama bertahun-tahun. Tes darah ini juga bisa menentukan apakah infeksi ini terjadi pada masa lalu atau baru-baru ini.
Jika terbukti terdapat antibodi, ini menunjukkan Anda baru terinfeksi sifilis atau pernah terinfeksi. Jika tidak terdapat antibodi, bukan berarti Anda tidak terinfeksi sifilis karena antibodi baru akan terlihat sekitar 90 hari pasca infeksi. Jadi mungkin tes darah harus diulangi dalam jangka waktu 90 hari.
Infeksi sifilis bisa membunuh bayi di dalam janin atau bayi yang baru saja dilahirkan, maka bagi wanita hamil disarankan untuk melakukan tes darah untuk sifilis. Tes ini biasanya dilakukan ketika usia kehamilan berada di antara tiga sampai lima bulan. Jika diagnosis sifilis sudah dipastikan, perawatan dan pengobatan bisa dilakukan secepatnya.
Cairan dari luka atau ulkus
Jika terdapat luka, dokter akan mengambil sedikit cairan dari luka sebagai sampel untuk dianalisis di laboratorium. Tes ini hanya bisa dilakukan untuk sifilis primer atau sekunder, yaitu ketika terdapat luka atau ulkus. Sampel cairan bisa menunjukkan apakah ada bakteri yang menyebabkan sifilis.
untuk pemesanan obat kunjungi: http://obatsipilis-tradisional.blogspot.com/

Cek Sipilis Rating: 4.5 Diposkan Oleh: doni rungkawa